Sinergi Lintas Disiplin Ilmu, LPPM Universitas Narotama Jajaki Potensi Pariwisata dan Ekonomi Desa Kemiri, Mojokerto
22 Juli 2026, 16:18:04 Dilihat: 46x
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Narotama melakukan penjajakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Narotama dalam mengembangkan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dengan melibatkan dosen dari berbagai disiplin ilmu.
Penjajakan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Narotama, Farida Hardaningrum, S.Si., M.T., dengan melibatkan dosen lintas program studi, antara lain bidang teknik sipil, pendidikan anak usia dini (PAUD), hukum, manajemen, akuntansi, dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom).
Menurut Farida, keterlibatan dosen lintas disiplin diperlukan karena permasalahan dan potensi yang dimiliki Desa Kemiri bersifat multidimensional. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah pariwisata. Desa Kemiri memiliki empat dusun, dengan Dusun Mrasih sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata unggulan, di antaranya Pos Registrasi Pendakian Bukit Cendono dan Rustic Market.
"Permasalahan di desa itu memang kompleks. Karena itu, kami mengajak dosen-dosen dari berbagai lintas program studi. Di Desa Kemiri, selain pariwisata, terdapat pula sektor UMKM, pertanian, pendidikan, dan aspek legalitas yang dapat dikembangkan melalui kontribusi keilmuan dari berbagai program studi," ujar Farida.
Selain sektor pariwisata, Desa Kemiri juga memiliki potensi ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah produk lokal yang dikembangkan masyarakat antara lain olahan keripik ubi dan produk bawang merah. Kondisi tersebut membuka peluang bagi dosen dari bidang manajemen dan akuntansi untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan dan penguatan kapasitas UMKM.
Farida menjelaskan bahwa kegiatan penjajakan ini merupakan tahap awal dari rencana program pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. LPPM Universitas Narotama menargetkan untuk memfokuskan program pengabdian kepada satu desa setiap semester, dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
"Memang kami rancang setiap semester ada satu desa yang kami fokuskan untuk dibantu. Untuk Desa Kemiri, saat ini masih dalam tahap penjajakan. Ke depan, kami berharap hasil penjajakan ini dapat ditindaklanjuti melalui program yang lebih terarah dan dilakukan secara berkala," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim LPPM Universitas Narotama bertemu dengan dua perangkat Desa Kemiri, yaitu Sekretaris Desa Kemiri, Huda, dan Kepala Dusun Mrasih, Suprapto. Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi serta kebutuhan pengembangan desa, khususnya yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan wisata Bukit Cendono. Destinasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir semakin dikenal masyarakat dan memiliki tingkat kunjungan yang cukup tinggi, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional. Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi Desa Kemiri untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata bagi masyarakat dan desa.
Dalam penjajakan tersebut, muncul gagasan mengenai kemungkinan adanya tiket penyerta bagi pengunjung yang dapat dikelola oleh BUMDes, di luar tiket resmi yang menjadi kewenangan pengelola kawasan wisata. Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan desa. Namun, rencana tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, khususnya dari aspek hukum dan regulasi agar pelaksanaannya memiliki landasan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Yang menjadi perhatian adalah bagaimana potensi pariwisata ini dapat memberikan kontribusi bagi BUMDes. Karena kunjungan ke Bukit Cendono cukup tinggi, ada gagasan dari perangkat desa untuk mengkaji kemungkinan adanya tiket penyerta bagi pengunjung, sehingga sebagian manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata tersebut dapat kembali ke desa," jelas Farida.
Menurut Farida, terdapat praktik pengelolaan pariwisata di desa lain yang dapat menjadi referensi bagi Desa Kemiri. Salah satunya adalah Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang dinilai memiliki pengalaman dalam mengembangkan potensi pariwisata melalui pengelolaan BUMDes. Desa Ketapanrame juga telah meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik di Indonesia, sehingga dinilai dapat menjadi salah satu rujukan bagi Desa Kemiri dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi pariwisata berbasis desa sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi desa.
"Karena itu, saya menganjurkan agar ada studi banding ke Desa Ketapanrame. Desa tersebut masih berada di wilayah Kabupaten Mojokerto dan memiliki pengalaman dalam mengelola beberapa destinasi pariwisata melalui BUMDes. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi Desa Kemiri untuk melihat bagaimana potensi wisata dapat dikelola dan memberikan manfaat bagi desa," ujar Farida.
Rencana studi banding tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tata kelola pariwisata berbasis desa, penguatan peran BUMDes, serta mekanisme pengelolaan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Desa Kemiri. Selain itu, Universitas Narotama berpotensi memberikan pendampingan dalam bentuk edukasi dan sosialisasi terkait aspek hukum dan regulasi yang diperlukan dalam pengembangan tata kelola pariwisata desa.
Selain pengembangan pariwisata, hasil penjajakan juga menunjukkan adanya peluang penguatan sektor UMKM. Desa Kemiri memiliki UMKM yang telah berkembang dan bahkan memiliki pengalaman melakukan ekspor. Keberadaan UMKM tersebut dapat menjadi contoh sekaligus potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM lainnya agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.
Dalam hal ini, Universitas Narotama dapat berperan sebagai mediator dan pendamping melalui keilmuan lintas program studi. Dosen bidang manajemen dan akuntansi dapat memberikan pendampingan terkait pengelolaan usaha, manajemen keuangan, dan pengembangan bisnis. Sementara itu, Fakultas Ilmu Komputer dapat berkontribusi dalam penguatan aspek digital, seperti pengembangan website destinasi wisata maupun strategi promosi melalui media sosial untuk memperluas jangkauan informasi mengenai potensi Desa Kemiri.
Dari bidang pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD), terdapat pula peluang pendampingan terhadap lembaga pendidikan yang berada di Desa Kemiri, di antaranya TK Dharma Wanita dan Kelompok Bermain Anggrek. Hal ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat di Desa Kemiri memiliki ruang pengembangan yang luas dan dapat mencakup berbagai aspek sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari rencana tindak lanjut, LPPM Universitas Narotama mengusulkan adanya sosialisasi yang melibatkan perangkat desa, kepala dusun, pengelola BUMDes, serta unsur terkait lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi forum untuk mengidentifikasi kebutuhan secara lebih mendalam sekaligus memberikan edukasi dan pemetaan program pengabdian yang dapat dilaksanakan oleh Universitas Narotama.
Farida menyampaikan bahwa respons perangkat Desa Kemiri terhadap rencana kolaborasi dengan Universitas Narotama cukup positif dan antusias. Ia berharap program yang ditawarkan dapat diterima dan diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kesan kami, perangkat desa cukup baik dan antusias menyambut dosen-dosen Universitas Narotama dari lintas program studi. Harapannya, program yang kami tawarkan dapat diterima dan dijalankan. Tujuan kami murni untuk membantu, memediasi, dan memberikan edukasi sesuai dengan kebutuhan desa," pungkas Farida.
Melalui penjajakan ini, Universitas Narotama berkomitmen untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin ilmu diharapkan dapat menghasilkan program pengabdian yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu mendorong pengembangan potensi Desa Kemiri, khususnya pada sektor pariwisata, UMKM, pendidikan, teknologi digital, serta penguatan aspek hukum dan tata kelola desa.